Welldone Musthofa

Berbagi Tulisan, Review, Pengalaman, dan Opini

Menu Close

REVIEW BUKU MUDA BERDAYA KARYA RAYA KARYA FAHD PAHDEPIE BESERTA SINOPSIS DAN KUTIPANNYA

Punya pengalaman pahit? Jatuh bangun kehidupan? Atau sedang mengalaminya sekarang? Buku muda berdaya karya raya ini akan menjadi sahabatmu ketika melewati itu. Karena banyak pengalaman dan bocoran kehidupan dari penulisnya 😁👍

Sebelum masuk ke review buku muda berdaya karya raya , mari kita baca terlebih dahulu sinopsis bukunya..

SINOPSIS BUKU MUDA BERDAYA KARYA RAYA

Konon, fase terberat dalam hidup adalah usia dua puluhan! Jika seseorang berhasil melewate fase ini dengan baik, hidup akan baik-baik saja hingga akhir. Jika gagal, segalanya menjadi lebih berat lagi di fese berikutnya.

Di usia 20-an dan awal 30-an, setiap orang mengalami krisis hebat. Tentang penemuan jati diri. Tentang menjadi cocok dengan lingkungan. Tentang menemukan kompas untuk melangkah ke masa depan. Sementara kita sibuk di antara dilema bersenang-senang atau bekerja keras? Pacaran dulu atau menikah saja? Bekerja atau berwirausaha? Memanjakan diri atau berinvestasi? Lebih penting bahagiain diri sendiri dulu atau orangtua dan keluarga? Sialnya, hidup orang lain selalu tampak lebih keren, lebih mengilap, lebih mapan! Kita kapan?

Orang menyebut fase ini sebagai krisis perempat usia. Quarter life crisis! Buku ini tak memberi kamu cara menjalaninya. Sebab kamulah tuan bagi dirimu sendiri. Melalui buku ini, Fahd Pahdepie bercerita dan mengajak kita melihat betapa serunya melewati fase hidup yang menegangkan ini.

Fahd mengajak kita membuktikan diri, bahwa kita: MUDA. BERDAYA. KARYA RAYA!

IDENTITAS BUKU

MUDA BERDAYA KARYA RAYA
Penulis : Fahd Pahdepie
Penerbit : Republika
ISBN : 9786025734724
Ukuran : 14 x 21 cm
Terbit : 2 Maret 2019
Sampul : Soft cover

REVIEW BUKU MUDA BERDAYA KARYA RAYA

Buku setebal 336 halaman ini terbagi menjadi 10 bab utama : taruh hatimu di puncak gunung, mulailah dari akhir, teruslah bergerak, hargai proses, perhatikan sekeliling, jangan ragu berbuat baik, bekerjalah untuk mereka yang kaucinta, merangkul yang dekat menjangkaj yang jauh, belajarlah pada siapa saja, dan bab utama terakhir yakni jangan kaya sendirian.

Ada beberapa tema yang diangkat di buku ini. Tentang mimpi yg harus diperjuangkan, tentang keluarga yang harus diperhatikan, tentang bisnis yang berliku, tentang pengalaman yang menyimpan hikmah, dan tentang berbagi kepada sesama. Dan setiap bab akan selalu disisipi quotes2 bagus!

Tapi ada yang mengganjal di buku ini, saya sebagai pembaca kurang merasakan emosi ‘nendang’ ketika menceritakan pengalamannya, quarter life crisis yg ada di sinopsis kurang dieksplor lebih dalam, dan promosi bisnis milik penulis yang agak berlebihan. Ekspektasi saya sebagai pembaca yang menginginkan quarter life crisisnya diulas lebih dalam jadi mental, gak terlalu dapet itunya. Malah ngerasanya jadi kaya random talk seputar pengalaman yg dibagikan penulisnya di buku ini.

Walau begitu, saya sangat menyukai quotes2 yang maknanya dalem dan berhasil membuat saya merenung lama. Kaya ngomong dalam hati “iya juga ya..”. Hikmah-hikmah yg diceritakan dari tiap pengalaman penulis juga menurut saya bagus. Jadi, buat kamu yang mungkin lagi suntuk dengan masalah yang kian menggunung atau butuh ‘teman’ yang bisa menguatkan kamu melewati cobaan hidup yang perih, nah buku inspiratif ini bisa jadi yang kamu butuhkan saat ini 😉👍

cuplikan isi buku MUDA BERDAYA KARYA RAYA

JADILAH YANG TERBAIK

Barangkalai kita tak selalu bisa jadi pemenang dalam setiap kompetisi,mungkin bukan yang terbaik dibandingkan orang lain. Namun, kita selalu bisa jadi juara untuk diri kita sendiri, jika melakukan yang terbaik sejauh yang kita mampu.

Katakan kepada diri sendiri bahwa kita bisa dan harus menjadi yang terbaik. “Whataver you are, be a good one.” kata William Thackeray (1811-1863).

Thackeray dikenal karena novel satirnya berjudul Vanity Fair (1847). Meskipun kalimat “Whatever you are, be a good one” seringkali disalahpahami sebagai kalimat milik Abraham Lincoln, sesungguhnya ia berasal dari otobiografi yang ditulis Launce Hutton– editor majalah Vanity Fair (sekarang Vanity Fair memang menjadi nama sebuah majalah terkenal, kan?).

Ditulis Hutton, semasa kecil ia bertemu dengan Thackeray dan meminta sebuah nasihat tentang hal yang ia lakukan jika kelak dewasa. Saat itulah Thackeray meletakkan tangannya di kepala Hutton sambil berkata “Whatever you are, be a good one”, jadi apa pun kamu nanti, cobalah untuk menjadi yang terbaik. Belakangan ini, kata try to (cobalah) menghilang dengan sendirinya dari kalimat yang dikutip dimana-mana itu.

Seringkali jalan hidupmu terlihat tak terlalu jelas dan kau menemukan dirimu sendiri berusaha menemukan arah. Perjalananmu untuk menemukan jati diri bukan sekadar menyelesaikan satu etape kehidupan ke etape lainnya, bukan pula tentang pencapaian besar atau prestasi-prestasi luar biasa. Tetapi tentang benar-benar memperhatikan apa yang sedang kamu kerjakan sekarang, dengan upaya sungguh-sungguh untuk memahami apa yang unik dari dirimu, yang menunjukkan peran dirimu sebenarnya.

Kita semua terlahir ke dunia dengan satu alasan yang tak dimiliki orang lain, kan? Temukanlah alasan itu. Barangkali apa yang kita lakukan tidaklah penting, sebab yang paling penting adalah bagaimana kita melakukannya. Untuk mencapai kebahagiaan hidup, kita harus fokus pada ‘bagaimana’ menjalani hidup ini–merayakan segala hal, baik peristiwa besar atau kecil, dengan sepenuh hati, penuh semangat, di mana pun dan kapan pun.

Jadilah yang terbaik, sejauh yang kamu bisa.

(Halaman 57-58)

KUTIPAN BUKU MUDA BERDAYA KARYA RAYA

kutipan buku muda berdaya karya raya

 

“Percaya pada masa depan adalah hal terbaik untuk memaafkan masa lalu.”

– Fahd Pahdepie, Muda Berdaya Karya Raya

kutipan buku muda berdaya karya raya (2)

 

 

“Hidup ini bukan tentang berapa lama kita menjalaninya, tetapi berapa dalam kita memaknainya.”

– Fahd Pahdepie, Muda Berdaya Karya Raya


Sekian review buku muda berdaya karya raya beserta sinopsis dan kutipannya. Semoga bermanfaat! Jangan lupa tinggalkan komentar kalau kamu sudah baca atau tertarik dengan buku ini. Dan kalau ada pertanyaan juga bisa komentar di bawah. Terimakasih sudah berkunjung di blog welldonemusthofa.com !

© 2019 Welldone Musthofa. All rights reserved.

Theme by Anders Norén.